Here is the ultimate resource for detailed purwalodra guides, and tips. Find about purwalodra that will match your need | Education | Life | Writing | Politics

Click

11 February 2010

Arts In Education Part 2

Aspek Seni Dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah – Bagian 2
Oleh. M. Eko Purwanto

Jenis-jenis Belajar Yang Pernah Diteliti

Sejak awal, para pakar pendidikan senantiasa ingin memuaskan rasa ingin tahunya dengan melakukan berbagai penelitiannya, beberapa penelitian yang telah berhasil disimpulkan antara lain :

1. Jenis Belajar Stimulus-Respon.

Jenis belajar ini dijelaskan oleh seorang Psikolog bernama Ivan Pavlov. Jenis belajar ini berkaitan dengan hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lain yang dikehendaki, sehingga menghasilkan perilaku yang dikehendaki pula. Perilaku yang dikehendaki ini adalah BELAJAR.

Misalnya ketika seorang Guru menunjukkan wilayah Indonesia dalam peta Dunia yang diperlihatkan kepada anak didiknya di depan kelas, dan mengatakan bahwa ”wilayah ini adalah Indonesia”. Guru itu mengulangi beberapa kali tentang dimana wilayah Indonesia dalam Peta Dunia tersebut. Setelah beberapa waktu berselang, sang Guru menanyakan kembali kepada murid-muridnya, ”Dimana wilayah Indonesia ?”. Lalu Sang Muridpun akan segera mengenali dimana wilayah Indonesia di dalam Peta Dunia tersebut. Dengan demikian, para Murid telah BELAJAR untuk mengenali peta Indonesia. Dalam jenis belajar ini murid mempelajari sesuatu yang telah terjadi dan para murid bereaksi dengan cara tertentu. Ini menjelaskan perilaku refleksif dari seorang individu.

2. Jenis Belajar Trial and Error.

Penemuan demi penemuan di berbagai bidang pengetahuan adalah hasil dari Trial and Error (uji coba dan kesalahan). Trial and error ini dapat efektif jika dibarengi dengan wawasan, dan akan menghasilkan pengetahuan yang terus-menerus bertambah. Edision mencoba sekitar 10.000 kali ketika ia sedang bekerja pada saat-saat, sebelum ia bisa belajar untuk membuat lampu pijarnya menyala.

3. Jenis Belajar dengan Berbagai Tahapan

Sesuatu dapat dipelajari dalam suatu tahapan yang saling berhubungan dan terus-menerus. Misalnya, belajar mengendarai sepeda motor, proses belajarnya bisa dibagi menjadi beberapa langkah. Langkah-langkah ini perlu dipelajari dalam sebuah tahapan yang menghubungkan satu dengan yang lain.

4. Jenis Belajar Memahami Konsep.

Ada kebutuhan individu untuk merumuskan konsep-konsep dengan terlebih dahulu mencari tahu apa yang umum diantara dua atau lebih tentang sesuatu hal. Misalnya kita melihat tomat, tembakau, cabe merah dan kentang termasuk tanaman apa ? apakah memiliki jenis yang sama ?. Setiap individu akan kesulitan mempelajari jenis tanaman diatas tanpa terlebih dahulu mempelajari fitur-fitur umum dari keluarga tanaman tersebut.

5. Jenis Belajar Observasional.

Ini adalah hasil dari proses mengamati perilaku orang lain dan menilai konsekuensi dari perilaku tersebut. Ketika seorang Guru memuji salah satu muridnya, maka murid lainnya biasanya ingin berusaha mendapat perhatian dan ingin mendapatkan pujian dari Gurunya tersebut. Kemudian murid-murid lainnya pun berusaha untuk mengamati perilaku dan faktor apa saja yang dimiliki oleh murid yang mendapat pujian dari Gurunya itu.

6. Jenis Belajar Instrumen Bawah Sadar

Pengalaman masa lalu memainkan peran sangat penting. Perilaku yang terus-menerus diulang, akan memiliki konsekuensi yang menguntungkan. Jika seorang manajer ingin untuk mempengaruhi perilaku disiplin karyawannya, maka yang dia butuhkan adalah memacu semangatnya untuk bekerja keras untuk kepentingan perusahaan. Jika Sang Menejer tersebut bekerja keras hanya untuk kepentingan dirinya-sendiri, justru akan berakibat fatal. Karyawannya justru akan mencibir dan tidak memiliki pengaruh secara bawah sadar. Ingat, pepatah lama ”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.”

Bekasi, 11 Pebruari 2010


0 komentar:

Viviti