Here is the ultimate resource for detailed purwalodra guides, and tips. Find about purwalodra that will match your need | Education | Life | Writing | Politics

Click

05 January 2010

Achievement Motivation Part 3

Siapapun Bisa Berprestasi, Mau ? – Bagian 3
Oleh. M. Eko Purwanto

Mudah-mudahan dibagian ketiga ini saya bisa menyelesaikan pembahasan teori motivasi ini dengan kesimpulan yang mencerahkan. Ada catatan yang saya anggap penting, ketika saya baru saja memutus tulisan di bagian kedua untuk bisa menyambungnya di bagian ketiga ini. Catatan yang ada dibenak saya adalah menambahkan teori motivasinya Mc Clelland dengan Kebutuhan untuk mendapatkan Pencerahan (Need for Enlightment).

Kebutuhan untuk mendapatkan pencerahan ini menurut saya merupakan esensi dari ketiga kebutuhan sebelumnya, yaitu : Need for Achievement, Need for Power dan Neef for Affiliation. Ketika seseorang merasa tercerahkan maka produktivitas manusia dalam berusaha untuk memenuhi tujuan organisasi maupun pribadi, tidak lagi bisa diukur secara materiil. Seperti halnya, ketika seorang karyawan sudah mencapai kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kelima menurut Maslow).

Kebutuhan untuk senantiasa mendapatkan pencerahan ini menjadi penting karena apapun yang dilakukan oleh setiap individu yang memiliki Value (nilai) tertinggi adalah kesadarannya (conciousness), yang tumbuh dari proses pencerahannya tersebut.

Kesadaran yang kita miliki sekarang akan menentukan kondisi/situasi bahkan nasib kita dan organisasi kita, sekarang dan masa depan. Karena dengan melipatgandakan kesadaran kita maka hidup menjadi lebih bermakna, indah, damai dan menyenangkan, yang pada akhirnya mampu meningkatkan produktivitas serta kinerja.

Menurut rumus Einstein yang terkenal, yaitu : E = m.c2. Kesadaran /consciuousness (c) yang dikuadratkan (dilipatgandakan) dikalikan dengan berat tubuh fisik kita, akan menghasilkan ENERGI yang luar biasa. Kalo saja kecepatan cahaya (Newton - c2) adalah 300.000 km per detik, maka kecepatan kesadaran kita (manusia) bisa sepuluh kali lipat dari kecepatan cahaya menurut Newton, perdetik. Luar bisa … !!!. Dan kalo rumus Einsten tersebut dikemas menjadi Bom Atom, bisa mengancurkan 2 kota di jepang, Nagasaki dan Heroshima, maka bayangkan berapa kekuatan Energi produktif yang di dalamnya terdapat kecepatan kesadaran manusia ?. So, enlightment is very important for us.

Seorang karyawan yang memiliki kesadaran tinggi, tentu juga memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, karena seseorang yang memiliki kesadaran tinggi selain memiliki energi yang luar biasa tinggi, produktif serta pantang berfikir negatif, mereka juga memiliki sifat yang arif, bijak, selalu menghargai orang lain dan mensyukuri apapun yang ia miliki.

Sebagai penguat dari pandangan saya tentang ’Need for Enlightment’ ini, berikut saya kemukakan hasil penelitian tentang gaya manajerial dari 16.000 manajer di Amerika Serikat yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, menengah dan rendah, yang tercermin dalam beberapa sifat sebagai berikut :
  1. Manajer dengan motivasi berprestasi yang rendah memiliki karakter pesimis dan tidak percaya dengan kemampuan bawahannya. Sedangkan manajer dengan motivasi berprestasi tinggi sangat optimis dan memandang bawahan baik dan menyenangkan.
  2. Motivasi manajer dapat diproyeksikan pada bawahannya. Bagi manajer yang bermotivasi prestasi tinggi selalu memperhatikan aspek-aspek pekerjaan yang harus diselesaikan dan mendiskusikan tugas pekerjaan yang harus dicapai bawahannya, sehingga mereka akan menerima.
  3. Manajer yang bermotivasi berprestasi tinggi cenderung menggunakan metode partisipasi terhadap bawahannya, sedangkan manajer dengan motivasi berprestasi sedang dan rendah selalu menghindar dalam interaksi dan komunikasi terbuka.
  4. Manajer yang prestasinya tinggi lebih perhatian pada manusia, manajer yang prestasinya sedang lebih memperhatikan tugas/produksi, sedangkan manajer yang prestasinya rendah hanya memperhatikan kepentingan pribadi dan tidak menghiraukan bawahannya.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan tingkat kinerja. Artinya, para karyawan yang memiliki motivasi berprestasi tinggi akan cenderung memiliki tingkat kinerja yang tinggi. Sebaliknya, mereka yang motivasi berprestasinya rendah kemungkinan akan memperoleh kinerja yang rendah.
  1. Motivasi mempunyai peran penting dalam organisasi, karena mengikat langsung individu/orang-orang yang menjadi anggota organisasi tersebut. Motivasi juga merupakan modal untuk meningkatkan dan mengembangkan organisasi secara
  2. Motivasi berprestasi karyawan yang tinggi di suatu organisasi akan memberikan dampak positif, baik bagi diri individu maupun pihak organisasi.
  3. Karyawan dengan ciri-ciri motivasi berprestasi yang tinggi, akan memiliki keinginan bekerja yang tinggi pula. Karyawan yang lebih mementingkan kepuasan untuk mencapai target organisasi, dibandingkan imbalan atas kinerja tersebut, adalah mereka yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Hal ini bukan berarti mereka tidak mengharapkan imbalan, melainkan mereka menyukai tantangan.
  4. Motivasi berprestasi merupakan suatu dorongan dengan ciri-ciri seseorang melakukan pekerjaan dengan baik dan kinerja yang tinggi. Kebutuhan akan berprestasi tinggi merupakan suatu dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk berupaya mencapai target yang telah ditetapkan
  5. Karyawan lebih menyukai untuk terlibat dalam perilaku berprestasi. Sebaliknya jika karyawan telah dihukum karena mengalami kegagalan, maka perasaan takut terhadap kegagalan akan berkembang dan menimbulkan dorongan untuk menghindarkan diri dari kegagalan, sehingga akan melahirkan karyawan yang memiliki motivasi berprestasi yang rendah.
  6. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan tingkat kinerja. Artinya, para anggota organisasi yang memiliki motivasi berprestasi tinggi akan cenderung memiliki tingkat kinerja yang tinggi. Sebaliknya, mereka yang motivasi berprestasinya rendah kemungkinan akan memperoleh kinerja yang rendah.
Dari ketiga bagian tulisan tentang motivasi ini, tentu akan semakin bingung khan ?. Oleh karena itu, sesuaikan diri kita dengan pengetahuan yang kita miliki, sesuaikan diri kita dengan kemampuan yang ada pada kita, dan terakhir sesuaikan diri kita dengan kesadaran kita, saat ini !.

Bekasi, 30 Desember 2009.


Click Here ! or ...

0 komentar:

Viviti