Here is the ultimate resource for detailed purwalodra guides, and tips. Find about purwalodra that will match your need | Education | Life | Writing | Politics

Click

31 December 2009

Cultivate Future

Refleksi Akhir Tahun 2009 : “Membudidayakan Masa Depan”
Oleh. Purwalodra

Mungkin kelihatan agak janggal mengartikan kalimat sebagaimana judul diatas, namun makna yang tersirat dalam kalimat tersebut tidaklah sesulit kita memahami padanan kata-katanya. Padanan kata yang lazim pada kata ‘budidaya’ pada umumnya diiringi oleh kata ‘tumbuhan’, ‘hewan’ ato lainnya, tentu yang berkaitan dengan ekonomi.

Budidaya masa depan disini maknanya tidak menyimpang jauh dari apa yang sering didefinisikan oleh para ahli ekonomi maupun pertanian. Cuma konteksnya saja yang bebeda. Dibidang ekonomi, kata ‘budidaya’ dimaknai sebagai usaha untuk melipatgandakan komoditas yang bisa dijual (marketable) sehingga akan terjadi kelipatan keuntungan secara finansial. Dibidang pertanian, kata ‘budidaya’ bermakna sebagai usaha untuk meipatgandakan hasil-hasil pertanian dari suatu tanaman, sehingga akan terjadi kelipatan keuntungan secara financial juga. Nah, kalo kata ‘budidaya’ kemudian diikuti dengan kata ‘masa depan’ saya memaknainya sebagai usaha untuk melipatgandakan (baca : meningkatkan) kesadaran kita, sehingga diharapkan akan terjadi kelipatan kesempatan pada hari ini dan dikemudian hari.

Selain kita mengetahui batasan kata ‘budidaya’, lahan ato tempat untuk membudidayakan, baik di bidang ekonomi maupun pertanian, sudah kita pahami bersama. Sebagai contoh saja, budidaya secara ekonomi salah satunya bertempat di Bursa Effek, dan budidaya pertanian ada di kebun ato sawah. Kemudian kita bertanya, kalo budidaya ‘masa depan’ ada dimana donk ?. Buat sebagian besar orang yang menggunakan secara dominan otak kirinya, kemungkinan besar tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Karena mereka harus berfikir rasional, analitis dan fisikal. Buat saya yang selalu bermain-main dengan otak kanan, mudah saja kok jawabannya. ‘Gitu aja kok repot,” kata Almarhum Gus Dur semasa hidupnya, yang pada hari ini jenazahnya di semayamkan di Jombang, Jawa Timur.

Tempat membudidayakan masa depan dengan satu-satunya benih ‘kesadaran’ cuma ada di dalam jiwa/kalbu. Kesadaran kita sekarang akan menentukan kondisi/situasi bahkan nasib kita sekarang dan masa depan. Karena dengan melipatgandakan kesadaran kita maka hidup menjadi lebih bermakna, indah, damai dan menyenangkan. Menurut rumus Einstein yang terkenal, yaitu : E = m.c2. Kesadaran (consciuousness – c2) yang dikuadratkan (dilipatgandakan) dikalikan dengan berat tubuh fisik kita maka akan menghasilkan ENERGI yang luar biasa. Kalo saja kecepatan cahaya (Newton - c2) adalah 300.000 km per detik, maka kecepatan kesadaran kita (manusia) bisa sepuluh kali lipat dari kecepatan cahaya menurut Newton, perdetik. Luar bisa … !!!. Dan kalo rumus Einsten tersebut dikemas menjadi Bom Atom, bisa mengancurkan 2 kota di jepang, Nagasaki dan Heroshima, maka bayangkan berapa kekuatan Energi yang di dalamnya terdapat kecepatan kesadaran manusia ?. Maka kemudian, akan terbukti benar bahwa bumi kelak akan hancur oleh kekuatan manusia itu sendiri. For example : The Day After Tommorow and 1912 flim. So, consciousness is cultivated in the soul, would actually have great power, which can not be defeated by anyone and anything.

Bagaimana kita bisa membudidayakan masa depan melalui kesadaran yang kita lipatgandakan tersebut ?. Mungkin saja setiap orang memiliki banyak cara untuk bisa membudidayakan masa depannya melalui kesadaran ini, salah satunya adalah menghargai dan mensyukuri masa sekarang. Syukuri dan hargai apa yang ada dan apa yang kita miliki. Jangan berharap burung yang sedang terbang, sementara punai (anak burung) ditangan kita lepaskan.

Pergantian tahun masehi malam ini, mungkin bisa kita gunakan untuk mengevaluasi apakah kesadaran tahun 2009 kemaren benar-benar maksimal kita lakukan ? Mungkin hanya anda dan Tuhan andalah yang tahu.

Bekasi, 31 Desember 2009.


0 komentar:

Viviti