Sugnature Game
Oleh. M. Eko Purwanto
Sebelum Pelatihan Karyawan dimulai, instruktur membukanya dengan melakukan permainan tandatangan (Signature Game). Permainan ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kita saling mengenal dan memahami perilaku bahkan karakter teman-teman sekerja kita, yang selama ini bersama-sama bekerja di sebuah institusi/lembaga/perusahaan. Pertanyaannya adalah, apakah kita saling mengenal satu sama lain, dari teman-teman kerja kita tersebut ?
Dalam ’Signature Game’ ini, kita menerima satu lembar ketas dari instruktur, yang berisi petunjuk permainan dan tabel yang bertuliskan pernyataan tentang perilaku/ kebiasaan/ karakter seseorang (mulai dari positif sampai yang bersifat negatif. Dalam waktu 2 (dua) menit, kita berusaha untuk mendapatkan tandatangan sebanyak-banyaknya dari seluruh peserta pelatihan. Namun ketika kita akan meminta tandatangan kepada teman-teman kita, terlebih dahulu kita harus mencocokan perilaku/kebiasaan/karakter orang yang kita mintai tandatangannya tersebut, kalau tidak, maka pernyataan yang ada dalam tabel tersebut tidak sesuai dengan nama dan tandatangannya. Boleh jadi teman kita tersebut tidak mau menandatangani pernyataan yang bertuliskan, ”Kaos kakinya bolong”, ”Suka tidur di jam kerja” dan lainnya yang bersifat negatif. Wal hasil, teman-teman yang kita mintai tandatangan perlu hati-hati membaca pernyataan yang sesuai dengan perilaku/kebiasaan/ kareakter dirinya, baru dia mau tandatangan.
Jumlah pernyataan yang terdapat dalam tabel tersebut hanya 20 pernyataan, namun waktu yang diberikan hanya 2 menit. Bagi teman-teman yang biasa menggunakan otak kirinya, yang berfikir urut, sistematis, rasional dan logis, akan mengalami kesulitan untuk mencocokan/ menyesuaikan pernyataan yang ada dalam tabel dengan perilaku/kebiasaan/karakter teman-temannya yang dimintainya tandatangan tersebut. Dia harus memilah, memilih dan baru mencari tandatangan. Wal hasil, waktu yang hanya dua menit cuma menghasilkan maksimal 10 tandatangan.
Dalam permainan ini, saya biasa bermain-main dengan otak kanan saya, meskipun otak kiri rutin saya gunakan. Untuk hal-hal yang bersifat permainan (bahkan kehidupan ini juga suatu permainan akbar), saya selalu menggunakan otak kanan untuk berfikir, dan menggunakan otak kiri untuk bertindak. Dengan metode tersebut, harapan saya seluruh kolom pernyataan akan terisi tandatangan.
Caranya ?. Mudah saja, lipat kolom bagian pernyataan yang berisi hal-hal positif dan negatif dari perilaku/kebiasaan/karakter teman-teman kita, yang akan dimintai tandatangan, kemudian sodorkan ke mereka hanya kolom nama dan tandatangan saja. Wal hasil, seluruh kolom tandatangan semuanya terisi tandatangan dari teman-teman saya, tanpa boleh melihat dulu kolom pernyataan yang harus ia tandatangani. Kemudian, dan pada akhir session permainan ini, sayapun berhak atas sebungkus coklat dari instruktur.
Bekasi, 28 Desember 2009.
Dalam ’Signature Game’ ini, kita menerima satu lembar ketas dari instruktur, yang berisi petunjuk permainan dan tabel yang bertuliskan pernyataan tentang perilaku/ kebiasaan/ karakter seseorang (mulai dari positif sampai yang bersifat negatif. Dalam waktu 2 (dua) menit, kita berusaha untuk mendapatkan tandatangan sebanyak-banyaknya dari seluruh peserta pelatihan. Namun ketika kita akan meminta tandatangan kepada teman-teman kita, terlebih dahulu kita harus mencocokan perilaku/kebiasaan/karakter orang yang kita mintai tandatangannya tersebut, kalau tidak, maka pernyataan yang ada dalam tabel tersebut tidak sesuai dengan nama dan tandatangannya. Boleh jadi teman kita tersebut tidak mau menandatangani pernyataan yang bertuliskan, ”Kaos kakinya bolong”, ”Suka tidur di jam kerja” dan lainnya yang bersifat negatif. Wal hasil, teman-teman yang kita mintai tandatangan perlu hati-hati membaca pernyataan yang sesuai dengan perilaku/kebiasaan/ kareakter dirinya, baru dia mau tandatangan.
Jumlah pernyataan yang terdapat dalam tabel tersebut hanya 20 pernyataan, namun waktu yang diberikan hanya 2 menit. Bagi teman-teman yang biasa menggunakan otak kirinya, yang berfikir urut, sistematis, rasional dan logis, akan mengalami kesulitan untuk mencocokan/ menyesuaikan pernyataan yang ada dalam tabel dengan perilaku/kebiasaan/karakter teman-temannya yang dimintainya tandatangan tersebut. Dia harus memilah, memilih dan baru mencari tandatangan. Wal hasil, waktu yang hanya dua menit cuma menghasilkan maksimal 10 tandatangan.
Dalam permainan ini, saya biasa bermain-main dengan otak kanan saya, meskipun otak kiri rutin saya gunakan. Untuk hal-hal yang bersifat permainan (bahkan kehidupan ini juga suatu permainan akbar), saya selalu menggunakan otak kanan untuk berfikir, dan menggunakan otak kiri untuk bertindak. Dengan metode tersebut, harapan saya seluruh kolom pernyataan akan terisi tandatangan.
Caranya ?. Mudah saja, lipat kolom bagian pernyataan yang berisi hal-hal positif dan negatif dari perilaku/kebiasaan/karakter teman-teman kita, yang akan dimintai tandatangan, kemudian sodorkan ke mereka hanya kolom nama dan tandatangan saja. Wal hasil, seluruh kolom tandatangan semuanya terisi tandatangan dari teman-teman saya, tanpa boleh melihat dulu kolom pernyataan yang harus ia tandatangani. Kemudian, dan pada akhir session permainan ini, sayapun berhak atas sebungkus coklat dari instruktur.
Bekasi, 28 Desember 2009.
Click Here! or ...








0 komentar:
Post a Comment