Apakah Otak Kita Sudah Berfungsi Dengan Baik ?
Oleh M. Eko Purwanto
Judul tulisan ini mungkin membuat kita penasaran, apakah selama ini kita tidak memfungsikan otak kita dengan benar ?. Atau mungkin saja selama ini kita tidak menggunakan otak dalam berfikir atau berperilaku ?. Heh, yang bener aja !. Sebagian besar orang sudah tahu bahwa posisi otak kita berada di kepala, namun ada juga lho ! yang mengatakan bahwa otak kita itu ternyata ada di dengkul, bahkan ada yang mengatakan ada di perut. Kok bisa !!!
Boleh jadi asumsi bahwa otak itu ada diperut, terjadi ketika seseorang stress, biasanya perutnya mulessss ... Dan ada juga yang dengkulnya lemesss ketika ditimpa persoalan berat. Tetapi, okelah kalo begitu ! kita sepakat bahwa otak ada di batok kepala kepala kita, mungkin perlu juga kita mengetahui bagaimana otak kita berfungsi dengan baik, terlepas dimana posisi/letak otak kita sekarang.
Saya melihat bahwa yang namanya “OTAK” atau organ tubuh manusia yang sudah kita sepakati berada dalam tengkorak kepala ini, selain mengalami perkembangan pada masa kanak-kanak, juga akhirnya akan mengalami penurunan daya ingat pada masa/usia tua. Berbagai macam pertanyaan yang berkecamuk di dalam perut, eh !, di kepala kita, antara lain :
1) Bagaimana sesungguhnya cara kerjanya si “OTAK” sejak dari awal perkembangan pada diri seorang bayi hingga masa penurunan kemampuan kerjanya dalam diri manusia ketika memasuki masa usia tua?
2) Apakah semua proses kerja “OTAK” berlaku pada semua manusia?
3) Dalam keadaan yang bagaimanakah yang dapat menimbulkan dan mempercepat penurunan daya ingat dari organ “OTAK” ?
4) Apakah hal ini terjadi pada semua manusia pada usia yang sama ?
Coba marilah kita bersama-sama memahami dan menyelami bagian kecil dari ciptaan Allah Swt. yang cukup berperan penting dalam kehidupan seorang manusia ini.
Organ tubuh yang bernama “OTAK”, adalah sesuatu yang tidak dapat ditandingi oleh komputer manapun di dunia dengan tingkat kemampuan memori dan kecepatan yang canggih sekalipun. Ya, memang ada komputer atau sejenis alat hitung yang bekerjanya lebih cepat dari beberapa otak manusia pada zaman tertentu. Akan tetapi si “OTAK” inilah yang menuangkan ide-idenya kedalam bentuk alat-alat elektronika yang oleh manusia diberi nama Komputer sampai dengan alat tersebut dapat melakukan kerja berhitung atau yang lain melampaui beberapa otak manusia pada zaman tertentu dan tempat tertentu.
Jadi, bentuk si “OTAK” memiliki ukuran kecil saja, namun ia adalah bagian yang dapat membentuk watak/tabiat dan perilaku serta menjadi salah satu faktor dari seorang manusia. Perlu diingat juga bahwa setiap manusia dikaruniakan organ otak yang berkembang secara unik, sekalipun pada otak bayi yang lahir kembar identik. Kesamaan genetika mereka termodifikasi dengan variasi dalam otak dan sistim saraf masing-masing. Sejak dari embrio janin sampai dengan bayi yang baru lahir, pada masa itu terjadi proses multiplikasi, migrasi dan kolonisasi sel-sel dalam membentuk susunan otak dan sistem saraf pusat. Yang menarik dalam proses tersebut adalah adanya suatu molekul yang membimbing sel agar membentuk organ yang tepat.
Dalam proses pembentukan organ otak, terjadi pergerakan/perpindahan sel-sel didalamnya. Sementara sistem sentral saraf melakukan perjalanan panjang, secara berkelompok dalam tujuannya, untuk memastikan tidak ada otak yang sama antara satu otak dengan otak yang lainnya. Dan unsur pembentuk sistem saraf dalam organ otak adalah NEURON (Sel Saraf) yang dihasilkan oleh otak itu sendiri. Sebagai contoh, dalam minggu ketiga masa kehamilan, organ otak dapat menghasilkan 250.000 Neuron setiap menit. Sebab dengan adanya Neuron inilah yang memungkinkan manusia melakukan aktifitasnya seperti berfikir, berbicara, s.d. melakukan tindakan berolah raga, misalnya.
Cara kerja Neuron sendiri sudah terorganisir sedemikian rupa dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada 3 bagian khusus dari Neuron yang mengatur cara kerjanya:
a) Tindakan yang berhubungan dengan dunia luar (seperti: melihat pemandangan, mendengarkan musik, merasakan panasnya sinar matahari, menyentuh buku atau mengecap makanan);
b) Hal-hal yang berkaitan dengan otot, gerakan, dsb;
c) Yang berkaitan dengan kemampuan seperti: berfikir, mengingat, membayangkan dan kemampuan lainnya. Prof. Susan Greenfild, pakar Neuron dari Oxford mengatakan bahwa satu Neuron dapat mengirimkan transmisi kimia 500 kali dalam satu detik. Sementara tiap transmisi itu memiliki fungsi yang berbeda.
Yang penting adalah perlu adanya informasi Auto-dialing yang teratur/tetap guna membentuk sistem saraf di atas. Sebab jika terjadi gangguan seperti: ketagihan obat bius, terinveksi virus dan malnutrisi, dapat merusak proses pembentukan. Pada saat manusia dilahirkan (bayi), ia memiliki sekitar satu milyar sel otak, dan akan berkembang secara luar biasa menjadi triliyunan jaringan baru. Sedang pada usia 2 tahun, otak kanak-kanak memiliki sinapsis atau simpul saraf dua kali lebih banyak dibandingkan dengan yang dimiliki otak manusia dewasa. Begitu juga dengan energi yang dimilikinya adalah dua kali lebih besar.
Dari mulai di dalam rahim, pengalaman-pengalaman yang dialami oleh janin akan mempengaruhi pembentukan jaringan yang dibuat. Proses pertumbuhan yang baik ini mengalami perhentian pada saat manusia berumur 10 tahun. Dan beberapa tahun kemudian, organ otak mulai mengalami penyesuaian karena adanya sinapsis atau simpul saraf yang rusak. Dari proses penyesuaian ini menyebabkan tingkat kekenyalan otak yang menurun, namun tingkat kekuatannya mengalami peningkatan. Itulah sebabnya pada usia kurang lebih 18 tahun keatas - umumnya - kepribadian seseorang mulai terbentuk (dari hasil kerja dan pengaruh kompleks antara Gen dan pengalaman pribadi).
Sejalan dengan bertambahnya usia seseorang, maka organ otak akan mengalami penyusutan dan hal ini akan menjadi semakin tampak pada manusia di usia manula. Sebagai contoh, pada usia manusia mencapai 70 tahun, volume otak akan mengalami penurunan 10 % untuk setiap 10 tahun. Jadi jika manusia memasuki usia 80 tahun, maka volume otaknya sudah mengalami penurunan 20 %.
Proses penyusutan volume otak bukanlah sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan, sebab proses ini bukan berarti manusia akan mengalami penurunan tingkat kemampuan atau menjadi bodoh. Yang menentukan optimal atau tidaknya fungsi otak ialah hubungan antar jaringan otak atau interkoneksi antar Neuron itu sendiri yang penting.
Dengan keberadaan otak kita sekarang, kita pantas bersyukur atas segala proses terbentuknya organ otak dalam diri manusia. Otak yang dikaruniakan oleh sang Pencipta memiliki kekuatan melampaui komputer tercanggih manapun. Oleh karena itu, otak harus digunakan sebaik mungkin agar bermanfaat untuk orang banyak. Gimana caranya ? Berfikirlah positip !.
Bekasi, 29 Desember 2009.
Boleh jadi asumsi bahwa otak itu ada diperut, terjadi ketika seseorang stress, biasanya perutnya mulessss ... Dan ada juga yang dengkulnya lemesss ketika ditimpa persoalan berat. Tetapi, okelah kalo begitu ! kita sepakat bahwa otak ada di batok kepala kepala kita, mungkin perlu juga kita mengetahui bagaimana otak kita berfungsi dengan baik, terlepas dimana posisi/letak otak kita sekarang.
Saya melihat bahwa yang namanya “OTAK” atau organ tubuh manusia yang sudah kita sepakati berada dalam tengkorak kepala ini, selain mengalami perkembangan pada masa kanak-kanak, juga akhirnya akan mengalami penurunan daya ingat pada masa/usia tua. Berbagai macam pertanyaan yang berkecamuk di dalam perut, eh !, di kepala kita, antara lain :
1) Bagaimana sesungguhnya cara kerjanya si “OTAK” sejak dari awal perkembangan pada diri seorang bayi hingga masa penurunan kemampuan kerjanya dalam diri manusia ketika memasuki masa usia tua?
2) Apakah semua proses kerja “OTAK” berlaku pada semua manusia?
3) Dalam keadaan yang bagaimanakah yang dapat menimbulkan dan mempercepat penurunan daya ingat dari organ “OTAK” ?
4) Apakah hal ini terjadi pada semua manusia pada usia yang sama ?
Coba marilah kita bersama-sama memahami dan menyelami bagian kecil dari ciptaan Allah Swt. yang cukup berperan penting dalam kehidupan seorang manusia ini.
Organ tubuh yang bernama “OTAK”, adalah sesuatu yang tidak dapat ditandingi oleh komputer manapun di dunia dengan tingkat kemampuan memori dan kecepatan yang canggih sekalipun. Ya, memang ada komputer atau sejenis alat hitung yang bekerjanya lebih cepat dari beberapa otak manusia pada zaman tertentu. Akan tetapi si “OTAK” inilah yang menuangkan ide-idenya kedalam bentuk alat-alat elektronika yang oleh manusia diberi nama Komputer sampai dengan alat tersebut dapat melakukan kerja berhitung atau yang lain melampaui beberapa otak manusia pada zaman tertentu dan tempat tertentu.
Jadi, bentuk si “OTAK” memiliki ukuran kecil saja, namun ia adalah bagian yang dapat membentuk watak/tabiat dan perilaku serta menjadi salah satu faktor dari seorang manusia. Perlu diingat juga bahwa setiap manusia dikaruniakan organ otak yang berkembang secara unik, sekalipun pada otak bayi yang lahir kembar identik. Kesamaan genetika mereka termodifikasi dengan variasi dalam otak dan sistim saraf masing-masing. Sejak dari embrio janin sampai dengan bayi yang baru lahir, pada masa itu terjadi proses multiplikasi, migrasi dan kolonisasi sel-sel dalam membentuk susunan otak dan sistem saraf pusat. Yang menarik dalam proses tersebut adalah adanya suatu molekul yang membimbing sel agar membentuk organ yang tepat.
Dalam proses pembentukan organ otak, terjadi pergerakan/perpindahan sel-sel didalamnya. Sementara sistem sentral saraf melakukan perjalanan panjang, secara berkelompok dalam tujuannya, untuk memastikan tidak ada otak yang sama antara satu otak dengan otak yang lainnya. Dan unsur pembentuk sistem saraf dalam organ otak adalah NEURON (Sel Saraf) yang dihasilkan oleh otak itu sendiri. Sebagai contoh, dalam minggu ketiga masa kehamilan, organ otak dapat menghasilkan 250.000 Neuron setiap menit. Sebab dengan adanya Neuron inilah yang memungkinkan manusia melakukan aktifitasnya seperti berfikir, berbicara, s.d. melakukan tindakan berolah raga, misalnya.
Cara kerja Neuron sendiri sudah terorganisir sedemikian rupa dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada 3 bagian khusus dari Neuron yang mengatur cara kerjanya:
a) Tindakan yang berhubungan dengan dunia luar (seperti: melihat pemandangan, mendengarkan musik, merasakan panasnya sinar matahari, menyentuh buku atau mengecap makanan);
b) Hal-hal yang berkaitan dengan otot, gerakan, dsb;
c) Yang berkaitan dengan kemampuan seperti: berfikir, mengingat, membayangkan dan kemampuan lainnya. Prof. Susan Greenfild, pakar Neuron dari Oxford mengatakan bahwa satu Neuron dapat mengirimkan transmisi kimia 500 kali dalam satu detik. Sementara tiap transmisi itu memiliki fungsi yang berbeda.
Yang penting adalah perlu adanya informasi Auto-dialing yang teratur/tetap guna membentuk sistem saraf di atas. Sebab jika terjadi gangguan seperti: ketagihan obat bius, terinveksi virus dan malnutrisi, dapat merusak proses pembentukan. Pada saat manusia dilahirkan (bayi), ia memiliki sekitar satu milyar sel otak, dan akan berkembang secara luar biasa menjadi triliyunan jaringan baru. Sedang pada usia 2 tahun, otak kanak-kanak memiliki sinapsis atau simpul saraf dua kali lebih banyak dibandingkan dengan yang dimiliki otak manusia dewasa. Begitu juga dengan energi yang dimilikinya adalah dua kali lebih besar.
Dari mulai di dalam rahim, pengalaman-pengalaman yang dialami oleh janin akan mempengaruhi pembentukan jaringan yang dibuat. Proses pertumbuhan yang baik ini mengalami perhentian pada saat manusia berumur 10 tahun. Dan beberapa tahun kemudian, organ otak mulai mengalami penyesuaian karena adanya sinapsis atau simpul saraf yang rusak. Dari proses penyesuaian ini menyebabkan tingkat kekenyalan otak yang menurun, namun tingkat kekuatannya mengalami peningkatan. Itulah sebabnya pada usia kurang lebih 18 tahun keatas - umumnya - kepribadian seseorang mulai terbentuk (dari hasil kerja dan pengaruh kompleks antara Gen dan pengalaman pribadi).
Sejalan dengan bertambahnya usia seseorang, maka organ otak akan mengalami penyusutan dan hal ini akan menjadi semakin tampak pada manusia di usia manula. Sebagai contoh, pada usia manusia mencapai 70 tahun, volume otak akan mengalami penurunan 10 % untuk setiap 10 tahun. Jadi jika manusia memasuki usia 80 tahun, maka volume otaknya sudah mengalami penurunan 20 %.
Proses penyusutan volume otak bukanlah sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan, sebab proses ini bukan berarti manusia akan mengalami penurunan tingkat kemampuan atau menjadi bodoh. Yang menentukan optimal atau tidaknya fungsi otak ialah hubungan antar jaringan otak atau interkoneksi antar Neuron itu sendiri yang penting.
Dengan keberadaan otak kita sekarang, kita pantas bersyukur atas segala proses terbentuknya organ otak dalam diri manusia. Otak yang dikaruniakan oleh sang Pencipta memiliki kekuatan melampaui komputer tercanggih manapun. Oleh karena itu, otak harus digunakan sebaik mungkin agar bermanfaat untuk orang banyak. Gimana caranya ? Berfikirlah positip !.
Bekasi, 29 Desember 2009.
Click Here ! or ...








0 komentar:
Post a Comment