Oleh. Purwalodra
Sebuah kalimat yang mengantarkan jari-jemari ini sampai diatas keyboard, adalah gagasan yang tiba-tiba muncul mengisi kekosongan waktu pagi, dihari libur ini. Gagasan ini tiba-tiba lahir, dan terdorong, oleh sebuah buku yang baru beberapa lembar saya baca, yang membicarakan bagaimana aturan fikiran itu berlaku dalam diri kita. Gagasan ini menjadi rudal yang siap meledakkan apa saja yang menjadi sasaran yang terkontrol secara cermat, dalam bahasa lain adalah fokus (baca, tindakan yang penuh ketekunan) yang jelas, tentang apa yang kita inginkan.
Saya bisa melakukan dengan fokus yang tinggi, apabila keinginan saya menjadi jelas di dalam fikiran. Ketika keinginan masih belum memiliki daya dorong yang kuat, maka keinginan itu sebenarnya masih berupa angan-angan saja, dan berhenti tepat ditengah fikiran yang menyesatkan. Keinginan yang menghasilkan tindakan adalah keinginan yang berubah menjadi kebutuhan untuk segera terpenuhi. Contoh nyata, keinginan yang berubah menjadi kebutuhan adalah ketika kita menginginkan makanan, sementara pada saat bersamaan perut kita melagukan musik keroncong. Pada saat itulah, keinginan kita berbuah melahirkan tindakan untuk memenuhinya. Dan kita bisa lebih fokus (baca, tekun) pada apa yang kita lakukan.
Menjadi penulis pemula, adalah masa dimana kita dipenuhi oleh banyak keinginan yang berubah menjadi angan-angan. Keinginan yang terlalu banyak tidak satupun melahirkan tindakan kongkrit, ia berbelok menyusuri ranah angan-angan yang menyesatkan. Jika keinginan sudah menjadi angan-angan maka energi kehidupan berhenti hanya di dalam benak kita saja. Berputar-putar tanpa sasaran. Bahanyanya antara lain, tubuh fisik kita tidak mampu melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk tujuan hidup atau kepentingan kehidupan kita.
Bagaimana kita mengendalikan agar keinginan kita bisa melahirkan tindakan, bukan angan-angan ?. Ada beberapa saran dari Mary T. Browne yang tinggal di New York City, sebagai penulis kelas dunia. Dalam bukunya yang berjudul The 5 Rules of Thought (lima aturan pikiran), Browne mengatakan bahwa usaha untuk mewujudkan keinginan menjadi realitas yang nyata adalah dengan memahami lima aturan pikiran, yaitu :
1. Menentukan apa yang sebenarnya kita inginkan.
2. Melihat dengan mata bathin, bahwa apa yang kita inginkan itu, sudah terjadi.
3. Jangan pernah meragukan apapun yang kita inginkan.
4. Meyakini bahwa apa yang kita inginkan sesuai dengan takdir kita.
5. Miliki ketekunan sebagai energi untuk mengarahkan keinginan menjadi tindakan yang terus-menerus.
Ternyata pikiran juga memiliki aturan-aturannya tersendiri, agar pikiran yang ada dalam batok kepala kita membuahkan wujud nyata secara fisik, maka keinginan kita harus dikendalikan sekuat pikiran kita sampai kepada ranah ketekunan. Kalau tidak maka keinginan kita akan tersesat di lembah angan-angan, dan kalau sudah begitu, kita akan mengalami kesulitan untuk kembali kepada keinginan kita yang murni.
Bekasi, 7 Juni 2009
Saya bisa melakukan dengan fokus yang tinggi, apabila keinginan saya menjadi jelas di dalam fikiran. Ketika keinginan masih belum memiliki daya dorong yang kuat, maka keinginan itu sebenarnya masih berupa angan-angan saja, dan berhenti tepat ditengah fikiran yang menyesatkan. Keinginan yang menghasilkan tindakan adalah keinginan yang berubah menjadi kebutuhan untuk segera terpenuhi. Contoh nyata, keinginan yang berubah menjadi kebutuhan adalah ketika kita menginginkan makanan, sementara pada saat bersamaan perut kita melagukan musik keroncong. Pada saat itulah, keinginan kita berbuah melahirkan tindakan untuk memenuhinya. Dan kita bisa lebih fokus (baca, tekun) pada apa yang kita lakukan.
Menjadi penulis pemula, adalah masa dimana kita dipenuhi oleh banyak keinginan yang berubah menjadi angan-angan. Keinginan yang terlalu banyak tidak satupun melahirkan tindakan kongkrit, ia berbelok menyusuri ranah angan-angan yang menyesatkan. Jika keinginan sudah menjadi angan-angan maka energi kehidupan berhenti hanya di dalam benak kita saja. Berputar-putar tanpa sasaran. Bahanyanya antara lain, tubuh fisik kita tidak mampu melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk tujuan hidup atau kepentingan kehidupan kita.
Bagaimana kita mengendalikan agar keinginan kita bisa melahirkan tindakan, bukan angan-angan ?. Ada beberapa saran dari Mary T. Browne yang tinggal di New York City, sebagai penulis kelas dunia. Dalam bukunya yang berjudul The 5 Rules of Thought (lima aturan pikiran), Browne mengatakan bahwa usaha untuk mewujudkan keinginan menjadi realitas yang nyata adalah dengan memahami lima aturan pikiran, yaitu :
1. Menentukan apa yang sebenarnya kita inginkan.
2. Melihat dengan mata bathin, bahwa apa yang kita inginkan itu, sudah terjadi.
3. Jangan pernah meragukan apapun yang kita inginkan.
4. Meyakini bahwa apa yang kita inginkan sesuai dengan takdir kita.
5. Miliki ketekunan sebagai energi untuk mengarahkan keinginan menjadi tindakan yang terus-menerus.
Ternyata pikiran juga memiliki aturan-aturannya tersendiri, agar pikiran yang ada dalam batok kepala kita membuahkan wujud nyata secara fisik, maka keinginan kita harus dikendalikan sekuat pikiran kita sampai kepada ranah ketekunan. Kalau tidak maka keinginan kita akan tersesat di lembah angan-angan, dan kalau sudah begitu, kita akan mengalami kesulitan untuk kembali kepada keinginan kita yang murni.
Bekasi, 7 Juni 2009








0 komentar:
Post a Comment